4 Kesalahan Owner yang Bikin Distronya Gulung Tikar

Dalam definisinya, distro atau distribution outlet merupakan sebuah lapak yang menjajakan beberapa produk pakaian dari hasil produksi mandiri (indie).

Distro mulai merebak di tahun 90an, kala itu musisi indie beserta komunitas skateboard mencoba membuat pakaian hasil dari produksinya sendiri. Seiring banyaknya pemintaan pasar terhadap pakaian eksklusif, anak muda pun tak ketinggalan untuk mencicip buka bisnis distro baru.

Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang bisa bertahan dan tetap mencuri hati para kawula muda. Terlepas dari itu, pernahkah kamu berjalan mengelilingi kota, lalu menengok distro yang baru saja dibuka?

Baru berumur sebulan atau kurang dari setahun, tanpa disangka tiba-tiba distro itu tutup secara misterius. Bisa jadi karena pindah atau bahkan bangkrut.

Penyebabnya tentu bukan karena si pemilik bunuh diri akibat meninggalkan banyak hutang. Tapi karena minimnya angka penjualan serta keuntungan yang didapat membuat mereka hanya sekedar numpang lewat saja.

Sejatinya penyebab kebangkutan distro justru berasal dari pemiliknya sendiri, selebihnya bisa berasal dari faktor lain. Berikut ini sekumpulan pola pebisnis distro pemula yang membuat bisnisnya gagal di bulan-bulan pertama.

1. Asal-asalan Bukan Tanpa Analisa dan Riset

Kaos distro

berkaos.com

Suatu hal yang biasa ditemukan pada anak muda yang beruntung mempunyai modal melimpah. Sebab modalnya yang banyak, cukup mudah bagi mereka untuk mendirikan toko dengan beragam macam produk yang dipamerkan.

Sayang seribu sayang, modal yang siap justru tidak dibarengi dengan bekal ilmu riset dan analisa. Yang terjadi adalah mereka malah menawarkan produk yang bahkan peminatnya belum jelas ada.

Ditambah lagi, jika pemuda bermodal ini menaruh stok terlalu banyak tanpa harus memperkitakan permintaan dari fakta dan data pasar yang ada.

Persediaan produk menjadi bertumpuk, hingga akhirnya tak bisa lagi dikonversi menjadi profit laba. Seiring habisnya modal yang tersedia, mau tak mau distro pun gulung tikar.

2. Sekedar Mengejar Profit, Bukan Passion

Distro Rumble

ariezpunk.blogspot.co.id

Tidak hanya untuk pemilk modal. Justru seringkali terjadi di beberapa owner muda yang masih belum menemukan life gudeline. Memang benar jika bisnis clothing line alias distro diyakini sangat prospektif dan tahan lama.

Jika hanya mengejar profit semata, tanpa mempertimbangkan passion, bisa jadi tiap masalah bisnis yang datang malah akan merasa semakin terbebani.

Jika seorang pemuda, khususnya pemula mencoba mendirikan bisnis tanpa didasari adanya passion, kemungkinan hanya semangat di awalnya saja.

Selanjutnya, penurunan drastis akan ia alami di tengah-tengah jalan saat menemukan permasalahan di luar ekspektasi. Sebaliknya jika seseorang telah menjalani bisnis yang sejalan dengan passionnya, maka tanpa disadari ia mampu menikmati setiap permasalahan yang datang menghadang.

3. Kurang Berjibaku Saat Berpromosi

Distro Hunted

showbiz.liputan6.com

Pemasaran atau promosi adalah tumpuan utama sebelum membangun bisnis. Pemasaran yang kurang gencar dilakukan akan berimbas pada rendahnya traffic.

Dampaknya pun akan langsung terasa pada angka penjualan. Sehingga produk yang dijajakan banyak yang tak laku dan menghasilkan hasil profit.

Seperti menjalankan bisnis pada umumnya, seorang pemilik harusnya memberi perhatian penuh pada faktor ini. Terlebih jika produk yang dijual merupakan produk dinamis yang membutuhkan teknik tak biasa dalam pemasarannya.

4. Belum Menemukan Lokasi Strategis

Distro Unionwell

jackbiker.com

Seperti halnya toko kebanyakan, jumlah pengunjung yang datang memiliki pengaruh terhadap tinggi rendahnya penjualan. Semakin banyak pendatang, maka semakin naik pula konversi angka penjualan.

Distro yang berdiri sendiri (tanpa bertetangga dengan distro lainnya) terkadang membuat peluang konversi penjualan menjadi lebih kecil. Ini disebabkan prospek konsumen yang melalui distro tersebut belum tentu bisa menjadi target pasar.

Leave a Reply