Tahu Ngga Sih? Kalau 4 Distro Ini Ternyata Milik Musisi dan Artis

Clothing line atau distro memang sungguh menjanjikan. Bagaimana tidak? Hal ini terlihat dari banyaknya beberapa merk distro baru yang menjajal peruntungannya lewat pasar fashion tanah air.

Tak ketinggalan, segelintir artis maupun selebritis juga turut mewarnai pangsa fashion tersebut sebagai peruntungan baru mereka dalam dunia bisnis anak muda.

Beragam konsep pun telah disiapkan. Mulai dari konsep rock ‘n roll, vintage, cute, classy sampai hardcore yang mana memang tidak pernah luput dari persaingan antar distro.

Hampir setiap artis memakai konsep distro berdasarkan representasi mereka terhadap jati diri maupun selera. Siapa saja kah artis-artis yang meramaikan pasar distro tanah air itu? Berikut ulasannya.

Hunted – Rio Dewantoro

Distro Hunted

showbiz.liputan6.com

Aktor dalam film aksi Java Heat ini rupanya tidaknya sibuk syuting, melainkan sedang membangun sebuah clothing line dengan nama Hunted. Dalam pengembangan bisnisnya, Rio mau tak mau harus harus berhenti sementara dari pertunjukkannya di layar lebar.

Dari segi makna, Hunted memiliki arti maupun sebuah filosofi. Ia berharap agar distronya laku keras, baik di negeri sendiri maupun di luar negeri. Harga yang ditawarkan lumayan beragam. Misal, untuk harga kemeja, kaos, sepatu, topi dan jaket bisa dibandrol mulai dari 300 ribu sampai 2 juta rupiah.

Suami Atiqah Hasiholan ini tidak mengelola distro sendirian. Melainkan dibantu oleh tiga rekannya. Hunted saat ini berpusat di Bandung. Kedepannya, ia ingin produk distro miliknya bisa dipasarkan ke luar negeri.

Demi menjaga eksklusifitas, distro Hunted hanya akan memproduksi 50 buah kaos saja. Tentu saja hal itu akan menaikkan nilai barang yang mereka jual.

Racerkids – Eno Netral

Distro Racerkids

blackhouseid.blogspot.com

Band yang baru-baru saja berganti nama dari Netral ke NTRL ini rupanya memiliki seorang personil yang juga bergelut di bidang distro. Siapa lagi kalau buka Eno Gitara.

Yaps, pria yang akrab dipanggil Eno Netral ini tidak hanya jago menggebuk drum. Tapi juga aktif dalam mengembangkan bisnis distro yang sedang ia jalankan.

Eno mengusung nama Racerkids sebagai nama distro yang sedang ia coba dalam peruntungan barunya. Usut punya usut, Racerkids bermakna bocah petarung. Berasal dari filosofi jiwa muda yang penuh kompetisi. Sebagaimana nama yang mereprentasikan dirinya sendiri.

Racerkids hadir dalam konsep desain casual karena target mereka ialah anak-anak muda. Tidak hanya kaos distro, Racerkids juga menawarkan produk lain. Mulai dari topi, sepatu dan jaket.

Rumble – Jrx Superman is Dead

Distro Rumble

ariezpunk.blogspot.co.id

Selain keelokannya sebagai pulau terindah di Indonesia, Bali juga mempunyai segudang musisi dan seniman berkelas yang turut sukses di kasta Internasional. Satu diantara beberapa musisi elit itu adalah Superman is Dead.

Aktif manggung keliling Indonesia, ternyata tidak menghalangi masing-masing personelnya mempunyai bidang bisnis lain. Seperti Jerinx, atau biasa dipanggil Jrx.

Tahun 2010 ia berkerja sama membangun sebuah distro dengan rekannya, Adi yang merupakan bassis dari Rockabilly The Hidrant. Distro yang ia bangun ia namakan Rumble. Jrx mengaku tertarik berkerja sama dengan Rumble, karena bagianya distro ini merupakan representasi diri sebagai pemuda urakan, bebas serta rock ‘n roll pastinya.

Mulanya Jrx mendapatkan inspirasi membangun clothing lone sebab ia prihatin dengan selera clothing line lokal yang ada di Bali. Saat itu, distro-distro seringkali monoton bahkan menjiplak. Jrx yang masa kecilnya suka menggambar lalu mencoba sebauh clothing line baru bernama Lonely King di tahun 2004.

Jrx mengusung tema film noir, mobil tua serta geng motor. Naas, produknya hanya bertahan sampai 3 tahun saja. Terlalu sibuk dengan SID karena belum memiliki tim solid menjadi penyebab utama mengapa ia memilih untuk gulung tikar.

Secara ndilalah, Jrx menemukan desain kaos karya Adi dengan merk Rumble di Facebook. Seusai beragam pertimbangan dan usulan ia terima dengan matang-matang, Jrx akhirnya menawarkan diri agar bisa bekerja sama dan membuka toko distro Rumble di Bali. Dengan senang hati, Adi pun menerima tawaran dari personel SID tersebut. Kini, Rumble telah memiliki banyak cabang, baik di Bali maupun di luar Bali.

Unionwell – David Naif

Distro Unionwell

jackbiker.com

Memulai pemasaran produknya lewat jalur online di tahun 2013, David Naif menancapkan jati dirinya dengan membuka sebuah bisnis cloting line baru.

Seusai membangung toko di Bandung, dengan Brand Unionwell-nya David berkreasi membuat produk nyentrik yang tidak hanya menawarkan kaos distro. Toko Unionwell juga difasilitasi kedai kopi serta beberapa koleksi motor klasik dan aksesorisnya.

Leave a Reply